Andy


Bu Shinta Lie


Bu Adeline

Bu Adeline (42 th), seorang transcriber dan penerjemah lepas, adalah seorang single mother bagi empat anak yang masih kecil, salah satunya Rizky yang masih berusia 5 bulan. Bu Adeline sangat sepi orderan selama pandemi COVID-19, dan cari pekerjaan juga sangat sulit. Untuk penuhi kebutuhan anak-anak, Bu Adeline sudah jual banyak barang pribadinya. Berkat bantuan MAMPU, Bu Adeline dapat tenang bisa penuhi kebutuhan anak. Kini, Bu Adeline bisa kembali berjuang untuk cari kerja agar bisa kembali mandiri.

Bu Halimah

Bu Halimah (26 th, Surabaya) berjuang sebagai kurir untuk mendukung suami, Pak Zainudin (36 th) dan ketiga anak beliau yang masih berusia 2, 4, dan 5 tahun. Anak-anak Bu Halimah menderita gangguan pernafasan Namun, karena pandemi COVID-19, layanan BPJS jadi tidak tersedia, sementara orderan Bu Halimah jadi sangat sepi akibat PSBB. Bahkan, Bu Halimah sampai harus berikan anak-anak air gula dan bukan susu. Berkat bantuan MAMPU, Bu Halimah bisa penuhi kebutuhan anak-anak, dan bersama suami fokus untuk cari kerja agar mandiri.

Stay tune!


Pak Bobi

Pak Bobi (50 th, Tangerang) dan anak beliau Fauzan (21 th) bekerja sebagai buruh pasir dan kurir untuk menghidupi keluarga tujuh bersaudara. Pak Herman menderita pembengkakan jantung, sementara orderan Fauzan sepi akibat pandemi COVID-19. Berkat bantuan MAMPU, keluarga Pak Herman bisa memenuhi kebutuhan dasar. Sekarang, keluarga Pak Herman sudah mulai bisa bangkit kembali dengan diterimanya Fauzan sebagai office boy di salah satu kantor di Tangerang.

Bu Nurdjanah

Bu Janah (42 th, Jakarta) adalah seorang penata rambut freelance dan single mother dari dua anak, Yasmine (12 th) dan Boy (5 th). Setelah kehilangan order akibat pandemi COVID-19, Bu Janah terancam terusir dari kontrakan tempat tinggalnya. Berkat bantuan MAMPU, Bu Janah bisa memenuhi kebutuhan dasar sambil mengikuti pelatihan kerja. Sekarang, Bu Janah sudah bisa hidup mandiri dari jadi penata rambut di salah satu salon di Jakarta.

Pak Dar

Pak Darmawan (39 th, Surabaya) dan Bu Ehwatu (37 th) punya usaha jahit sendiri untuk hidupi ketiga anak yang masih berusia 1, 3, dan 8 tahun. Akibat kebijakan beberapa negara untuk tutup pelabuhan awal tahun ini, Pak Darmawan sempat tidak bisa terima order sama sekali, sementara menjahit adalah satu-satunya mata pencaharian keluarga. Berkat bantuan MAMPU, Pak Darmawan bisa penuhi kebutuhan keluarga, dan kini sudah bisa hidupi keluarga secara mandiri.

Pak Andre

Pak Andre (32 th, Jakarta) dan Bu Dewi (32 th) hidupi kedua anak, Mounira (2 th) dan Husain (5 th) dari berjualan salad. Namun, akibat pandemi, orderan salad jadi sangat sepi sekali. Pak Andre bahkan kesulitan penuhi kebutuhan susu dan popok anak sekalipun. Berkat bantuan MAMPU, Pak Andre bisa penuhi kebutuhan keluarga, sambil fokus cari kerja dan bangun bisnis kecilnya.

Pak Agus

Pak Agus (43 th, Tangerang), seorang driver taksi online, dan Bu Siti (32 th) adalah orang tua dua anak, Nadhira (8 th) dan Athala (3 th). Akibat pandemi COVID-19, orderan taksi online Pak Agus berkurang secara drastis. Sementara itu, Pak Agus masih harus memenuhi kebutuhan anak-anak yang masih kecil, termasuk uang sekolah Nadhira. Berkat bantuan MAMPU, Pak Agus bisa terus fokus cari kerja, tanpa harus khawatir tentang kebutuhan keluarga.

Pak Kus

Pak Kus (40 th, Tangerang), seorang tukang poles mobil, dan Bu Yuli (29 th), adalah orang tua dari dua orang anak, Tara (8 th) dan Raina (3 th). Saat pandemi COVID-19, Pak Kus harus dirumahkan, karena tempat kerja sepi pelanggan. Sementara itu, kebutuhan keluarga tentu tidak sedikit. Berkat bantuan MAMPU, Pak Kus bisa penuhi kebutuhan keluarga hingga akhirnya kembali dipanggil kerja. Kini, Pak Kus sudah bisa hidupi keluarga secara mandiri.

Bu Linda

Bu Linda (66 th, Jakarta) bekerja sebagai serabutan untuk dukung cucu beliau, Nathalie (16 th), yang masih sekolah, agar bisa penuhi kebutuhan sehari-hari. Akibat COVID-19, pemasukan jadi tak ada, dan keduanya sempat terusir dari kontrakan karena tak sanggup bayar. Sementara itu, Nathalie juga harus melunasi uang sekolah agar bisa lanjut SMA. Berkat bantuan MAMPU, Bu Linda dan Nathalie bisa penuhi kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal. Nathalie juga bisa melunasi uang sekolah dan terus belajar untuk mencapai cita-cita.

Bu Ana

Bu Ana (42 th, Surabaya) adalah seorang penjual gorengan dan single mother bagi 3 anak, salah satunya Alvaro yang masih berusia 2 tahun. Setelah berpisah dari suami, Bu Ana harus berjuang hidupi anak-anak beliau sendiri dengan berjualan gorengan. Namun, beliau kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Berkat bantuan MAMPU, Bu Ana bisa penuhi kebutuhan anak-anak, sambil terus bekerja.

Pak Esron

Pak Esron (50 th, Surabaya) menghidupi isteri dan ketiga anak beliau sebagai driver taksi online. Setelah PSBB di Surabaya, orderan taksi online Pak Esron berkurang jauh. Sementara itu, usaha kecil beliau harus tutup akibat pandemi. Berkat bantuan MAMPU, Pak Esron bisa memenuhi kebutuhan dasar. Kini, setelah pelonggaran PSBB, Pak Esron sudah bisa kembali hidup mandiri sebagai driver taksi online.